Kamis, 14 Januari 2016

Kepada Orang yang Baru Patah Hati

Kepada orang yang baru patah hati, persilahkan dirimu bersedih
Para orang punya pandangan yang aneh tentang bersedih, seakan-akan bersedih adalah hal yang tabu
Seakan kamu harus buru-buru tertawa setelah hal yang buruk menimpa
Tapi tidak, seperti hujan ditepi senja, kamu harus membiarkan setiap sendu yang ada
Setiap kematian butuh peratapan, begitupun cinta yang telah  mati
Maka lakukanlah apa yang orang patah hati lakukan
Menangis hingga kamu tidak bisa mendengar suaramu sendiri, makan coklat sebanyak-banyaknya, mandi air panas hingga jarimu pucat, pergi ke kafe dengan tatapan nanar pesan satu buah es teh manis karena kopi mungkin terlalu pahit untuk diminum disaat seperti ini
Ijinkanlah dirimu bersedih, menangislah seakan ini terakhir kalinya kamu dikecewakan seseorang
Menangislah seakan kamu lupa caranya berharap
Kepada orang yang baru patah hati, setelah kamu bosan bersedih, inilah saatnya kamu mengangkat dirimu kembali
Mulai dengan hal yang mudah, kamu bisa mulai mencoba mengambil gitar dan mengambil nada-nada mayor yang bahagia
Ambil piano dan bermain soneta yang indah, atau jika kamu tidak bisa bermain music lihatlah dirimu di depan cermin dan bersenandunglah, lalu diantara nada-nada itu bisikan kepada dirimu sendiri, aku pantas untuk bahagia
Kepada orang yang baru patah hati, selalu ada teman untuk menemani kamu, pergilah bertemu temanmu, tertawalah sampai lupa waktu, tanyakan kabar teman yang lain, pamerlah keberhasilanmu dibidang-bidang yang kamu suka, dan jika memungkinkan nongkronglah sampai kamu diusir dari tempat itu
Memang sih kenangan terhadap dirinya kadang masih sering mengganggu, tempat yang pernah kalian datangi tidak akan terasa sama, teman yang belum tau mungkin akan menghampirimu dan bertanya, si dia mana ya, yang kamu akan balas dengan senyum tipis, entah bagaimana menjawabnya
Tapi percayalah satu hal, semua ini akan berlalu, sama seperti hal lain didunia semua hal buruk pasti akan beranjak pergi, hujan pasti akan terganti langit biru, gelap pasti berganti terang, dan luka pasti terganti dengan senyuma tipis dibibirmu

Kepada orang yang baru patah hati, bersabarlah, karena disetiap gelap ada cahaya kecil, karena disetiap sakit ada pembelajaran, karena kamu pantas untuk bahagia kembali

Selasa, 12 Januari 2016

Hari ke 29

A

Hari ini aku mendengar kabar tentangmu. Entah ini kabar baik atau kabar buruk untukku. Yang pasti sempat menyesakkan, namun selakigus melegakan. Saat ini memang aku sedang bersusah payah untuk menata hati yang sempat kamu ajak terbang tinggi, kemudian kamu jatuhkan begitu saja. Aku sudah hampir berhasil, tapi masih ada beribu pertanyaan yang masih ada dikepala ku. Lagi-lagi masih tentang alasanmu yang tiba-tiba menghilang.

Menyesakkan. Ya, aku mendengar kamu sedang dekat dengan seseorang di salah satu event yang saat itu mengharuskan kamu selalu dengan dia. Di event itu? Kamu mulai dekat dengan dia? Lantas, apa maksud ajakan itu untuk aku datang ke event itu? Apa maksud senyuman itu saat sebelum bertanding yang seakan-akan kedatanganku memberikan semangat untukmu? Apa maksud ucapan terimakasih yang kamu tujukan ke aku sepulangnya aku dari event itu? Ah mungkin aku terlalu berlebihan mengartikan itu semua. Atau aku yang terlalu egois untuk mengharapkan itu?

Melegakan. Ya, mungkin memang sedikit melegakan. Setidaknya beberapa pertanyaanku sudah terjawab. Yang memang sebelumnya aku sudah menduganya. Oh aku ingat, sapaan pahit darimu disamping perempuan itu? Jadi ini, perasaan seseorang yang sedang kamu jaga itu? Oh!

Aku yang memang sedang berusaha merelakan, mengikhlaskan, bahkan melupakanmu. Walau sebenarnya dalam hati, masih ada sedikit keyakinan tapi untuk apa? Berharap? Menunggu? Tidak. Tolong bantu aku untuk menjawab semua pertanyaan-pertanyaan itu. Beri aku kejelasan jika emang itu alasan utamamu. Yakinkan aku kalo memang aku tak pantas menunggumu lagi.

Oh iya, hari ini kamu berulang tahun. Kamu ingat bagaimana aku bisa tahu tanggal lahirmu yang tak pernah ada di sosmed mu, sampai-sampai aku beranikan diri untuk bertanya langsung padamu dan kamu tak pernah mau menjawabnya? yang Akhirnya aku mencari semua informasi itu dari daftar informasi mahasiswa baru. hahaha konyol memang, sampai kamu pun bilang aku kok niat banget pengen tahu tentang kamu. Ya, ini lah aku. Aku yang selalu penasaran atas semua yang ada di kamu.





 








Happy Birthday yaa :) Semoga panjang umur, sehat selalu, dilancarkan segala urusannya, selalu dimantapkan hatinya. Dan jangan pernah tinggalkan sholatnya, yang selalu membuatku kagum padamu. Walau mungkin kita tak lagi seperti dulu, tapi aku selalu berdoa yang terbaik untukmu, untukku, dan untuk kita. Kita? Ah aku salah lagi. MIS
.

Kamis, 07 Januari 2016

25 Hari Tanpamu

Hai, bagaimana kabarmu? Aku selalu berharap semoga kamu baik-baik saja. Walaupun untuk sekedar mengingatmu saja airmata tak pernah bisa tertahan. Sempat aku berfikir buat apa aku disini, tak ada gunanya. Terdengar bod*h memang.

Sering ku menghibur diri sendiri, bahwa kamu pasti akan menghubungiku, entah kapan. pasti sebentar lagi. Tapi kenyataannya, sampai saat ini hal itu belum pernah terjadi. Entah sekarang ini kamu sibuk apa dan dengan siapa, sampai-sampai kamu bisa menggeserku dengan mudahnya dari hari-harimu, padahal saat itu aku ingat betul kalo kamu pernah bilang, “hari-harimu sepi tanpa aku”. Aku tahu aku bukan siapa-siapa, mungkin kamu hanya menganggapku teman baikmu, teman cerita atau bahkan hanya sekedar pengganggu hari-harimu. Kalo memang begitu untuk apa kau genggam tanganku saat kita bertemu? Untuk apa kau sandarkan kepalaku di bahu mu? Ya, awalnya aku mengira itu mungkin sebuah pertanda baik untuk kita, tapi tahukah kamu kalo itu hanya menambah deretan lukaku karenamu. Maaf, aku terlalu berlebihan membawa perasaan ini.

25 hari tanpamu, aku diam-diam berusaha menyembunyikan airmata ini, tapi tak bisa. Sebenarnya aku sendiri juga tak mengerti apa arti tangisan ini? Kamu pernah bilang kamu akan sibuk dengan jabatan baru mu, aku berusaha mengerti. Kamu juga bilang tak setiap saat bisa membalas pesanku, aku berusaha mengerti. Aku protes pun tak akan berarti besar di mata mu. Dan aku kembali ke kebiasaanku yang hanya bisa menunggu mu, sampai aku lupa rasanya bosan menunggu, karena kamu pernah bilang, “semoga kita bisa saling mengerti”, sekali lagi itu lah kekuatanku.

Untuk sekedar tau kabar mu setiap jam, setiap menit bahkan setiap detik tak pernah ku lewatkan untuk mengikuti semua sosmedmu. Sekali lagi terlihat bod*h memang. Aku masih tak mengerti hubungan macam apa ini? Apakah masih pantas untuk ku perjuangkan? Andai saja kamu tau, ada perempuan yang selalu mengunggumu dan mengharapkan sedikit waktumu yang selalu menjadi semangat baru untuk hari-hariku.

25 hari selama kamu pergi, aku masih menyimpan rindu yang aku sendiri tak memahaminya. Entah apa alasanmu sehingga dengan mudahnya kamu mengabaikanku, sementara aku untuk sekedar pura-pura tak pedulipun tak bisa. Aku masih tetap berusaha mengirimkanmu pesan dengan harapan kamu juga seperti itu, walau aku tahu untuk sekedar membacanya pun kamu enggan. Tak apa, aku ingin kamu melewati hari-hari sibukmu tanpa memikirkan kesedihanku.

25 hari kamu telah menjadi sosok yang asing yang membuatku takut, takut kalo kamu berpikir akan bernar-benar pergi dan melupakanku. Sampai dengan sengaja aku mencari informasi tentang mu dan mantan kekasihmu. Dan….. aku menemukan sebuah fotomu dengan dia yang begitu luar biasa menurutku, mengingat kamu bukan tipe cowok yang ‘katamu romantis’. Rasanya benar-benar ikut bahagia melihatmu terlihat sebahagia itu. Iri? Siapa lah aku. Untuk sekedar say hello didepan orang yang kita kenalpun masih canggung. Apakah aku tak pantas untuk merasa bangga bisa dekat denganmu? Apakah aku tak pantas kamu perkenalkan dengan lingkup pergaulanmu? Ah, mimpi apa aku ini.

25 hari ini kamu sudah berhasil membolak-balikkan perasaanku, berhasil membuat ribuan pertanyaan dan juga ribuan kecurigaan singgah diotakku. Tapi aku tetap berusaha untuk menunggu kabar baik dari mu, mengubur kecurigaan kepadamu dan juga selalu berdoa yang terbaik untukmu. Missyou. MIS.