Kamis, 19 Januari 2017

Hadirmu, Bahagiaku

Ketika bulan masih membutuhkan cahaya bintang untuk menerangi gelapnya malam, begitu juga dengan aku yang masih membutuhkanmu untuk menemani setiap langkahku. Namun terkadang bintang enggan menerangi gelapnya malam seorang diri, begitu pula dengan aku yang enggan untuk berjalan sendiri setelah hadirnya dirimu.

Tuhan selalu mempunyai alasan untuk setiap takdirnya. Termasuk pertemuan kita. Memberikan begitu banyak kebahagiaan yang sempurna dengan menghadirkanmu dihidupku. Entah sejak kapan perasaan ini mulai muncul, yang aku tau rindu ini semakin menghanyutkan jika kamu tak berada disampingku.

Kehadiranmu seperti pelangi seusai hujan deras. Kehadiranmu seperti mentari yang menghangatkan seusai dinginnya kabut malam. Kehadiranmu seperti suatu nyata dalam mimpiku. Kamu hadir membawa harapan baru dan juga berjuta kasih sayang yang kau genggam, dan akhirnya dapat membuatku tenggelam.

Kehadiranmu begitu istimewa hingga membuatku tak mampu mendevinisikan betapa bahagianya aku. Andai saja aku mampu menukar hatiku dengan hatimu akan ku tukar sekarang juga agar aku tak perlu menjelaskan dengan berjuta kata bahwa aku bahagia bersamamu, kemudian mengatakan sejauh mana rasa ini mulai tumbuh dan mengucapkan beribu terimakasih atas kehadiranmu.

Aku tau kamu berbeda. Begitu nyata memberikan kebahagiaan meski ragamu tak selalu bisa kupeluk saat aku membutuhkan bahumu untuk bersandar. Aku tak sama dengan mereka, yang bisa bersama pasangannya dan selalu menggenggam tangannya kapanpun yang mereka mau. Tapi aku tau tak sepenuhnya mereka bahagia, tanpa kita tahu pasti ada pahit getirnya dalam hubungan. Bagaimana dengan aku? Entahlah, dengan satu pesan kabar darimu cukup membuatku bahagia, serta rasa rindu ini semakin memperindah hubungan kita. Lantas, bagaimana dengan pahit getirnya hubungan kita? Ya, rasa itu muncul ketika aku cemburu terhadap para wanita yang dekat denganmu. Siapapun itu. Sedangkan aku hanya bisa mengawasimu dari sini.

Namun aku yakin pahit getirnya hubungan ini akan berubah menjadi senyum kebahagiaan. Kadang aku berpikir, dengan adanya jarak saja aku sudah sebahagia ini, bagaimana jika kita bisa selalu bersama, dan kamu genggam tanganku kapanpun yang aku mau. Walau terkadang kita harus tertatih di tengah badai kerinduan yang begitu sulit untuk di tahan. Tapi aku akan semakin tertatih jika harus melewati rindu ini sendirian, tanpa ada lagi sapaan hangat dan juga perhatian kecil darimu yang dapat membuatku merasa sempurna. Tapi tenang saja, aku sudah mulai bersahabat dengan jarak dan waktu. Dan mereka tak sejahat yang orang bicarakan. Karna pada waktu yang tepat jarak itu akan semakin dekat. Ini semua hanyalah permainan takdir yang kitapun belum tau arahnya, dan hanya waktu yang dapat menjawabnya.


AAS

Sabtu, 14 Januari 2017

Ah akhirnya harus menulis lagi, mengingat kisah ini yang tak mungkin ku ceritakan kepada orang lain. Ya, tak mungkin.

Berawal dari pertemuan tak terduga diantara teman masa ABG. Awalnya biasa saja karena dulu kita hanya saling tahu tapi tak saling mengenal. Dan hari itu adalah pertama kalinya kita berinteraksi. Berbicara, bercanda, tawa, curhat, tak ada hentinya kita berbicara. Hingga akhirnya aku mulai merasa nyaman dan terbiasa dengan perhatian dan juga (mungkin) kasih sayang mu.

Aku mulai mencari informasi tentangmu, karna mungkin aku mulai tertarik padamu. Dan saat aku mengetahui semua tentangmu rasanya seperti tersambar petir. Marah, kecewa, sakit, kesal tapi yasudah, toh aku hanya temanmu. Ya, teman hidup, eh salah teman main. :D

Aku tetap diam walaupun aku telah mengetahui semuanya. Aku jalani semua seperti aku tak tau apapun, aku hanya ingin tahu apa yang kamu inginkan. Hingga suatu ketika perbincangan serius itupun dimulai. Saling mengungkapkan perasaan satu sama lain, penilaian pada diri masing-masing dan juga aku mulai mengatakan bahwa aku sudah mengetahui semua tentangmu, namun saat itu aku sudah terlanjur terjebak pada perasaanku sendiri. Aku mulai menginginkanmu. Dan akhirnya sebuah komitmen itu dimulai. Aku salah? Aku dosa? Aku jahat? Ya, rasanya telah dibutakan oleh cinta.

Dan kisah ini telah dimulai.

AAS

Senin, 30 Mei 2016

Tetap dalam Jiwa

Tak pernah terbayang akan jadi seperti ini pada akhirnya
Semua waktu yang pernah kita lewati bersama nyata hilang dan sirna

Hitam Putih berlalu
Janji kita menunggu
Tapi kita tak mampu
Seribu satu cara kita
lewati tuk dapatkan semua jawaban ini

Bila memang harus berpisah
Aku akan tetap setia
Bila memang ini ujungnya
Kau kan tetap ada di dalam jiwa

tak bisa tuk teruskan
Dunia kita berbeda
Bila memang ini ujungnya
Kau kan tetap ada di dalam jiwa

Memang tak mudah tapi ku tegar menjalani kosong nya hati
Buanglah mimpi kita yang pernah terjadi tersimpan tuk jadi history

Hitam Putih berlalu
Janji kita menunggu
Tapi kita tak mampu
Seribu satu cara kita lewati tuk dapatkan semua jawaban ini

Bila memang harus berpisah
Aku akan tetap setia
Bila memang ini ujungnya
Kau kan tetap ada di dalam jiwa

Tak bisa tuk teruskan
Dunia kita berbeda
Bila memang ini ujung nya
Kau kan tetap ada di dalam jiwa

Tak bisa tuk teruskan
Dunia kita berbeda
Tak bisa tuk teruskan
Dunia kita berbeda
Tak bisa tuk teruskan
Dunia kita berbeda
Tak bisa tuk teruskan
Dunia kita berbeda

Bila memang harus berpisah
Aku akan tetap setia
Bila memang ini ujungnya
Kau kan tetap ada di dalam jiwa

Tak bisa tuk teruskan
Dunia kita berbeda
Bila memang ini ujungnya
Kau kan tetap ada di dalam jiwa

Sabtu, 28 Mei 2016

Aku ingin menyerah

Aku cukup lelah berusaha mengikuti semua maumu, aku lelah menuruti semua keinginanmu, aku lelah pura-pura baik-baik saja didepanmu, aku hanya berusaha diam, mengingat semua yang akan terjadi jika aku bicara, jika aku bertindak. Tapi aku lelah. Mencoba melawan hati, mencoba membunuh pikiran,

Aku tak mengerti. Aku tidak lagi mengerti kamu, aku tidak lagi mengenal kamu. Kamu ada, tapi terasa jauh, sangat jauh. Apa yang ada dipikiranmu? Apa yang ada dihatimu? Siapa aku bagimu? Untuk bertanya saja aku tak berani.

Ribuan kali aku berjanji pada diri sendiri untuk menyerah, tapi aku selalu gagal. Setiap kali melihatmu aku lemah, entah sihir apa yang kau punya. Tapi ketika aku tersadar, aku hanya bisa merindukanmu, merindukan kita, meridukanmu dalam diam, memperhatikanmu dalam diam, diam-diam aku marah, diam-diam aku terluka. Ya, aneh, heran, aku juga heran kenapa aku masih mau bertahan. Lelah? Sakit hati? Kecewa? Tapi aku masih disini. Bodoh? Tentu!

Sejak awal aku telah salah, terlalu percaya padamu, terlalu setia padamu, terlalu sayang padamu. Jatuhnya, terlalu sakit, terlalu kecewa dan terlalu takut kehilanganmu. Aku ingin menyerah. Bantu aku! Tampar aku! Sadarkan aku!

Aku tak lagi berharap banyak pada hubungan ini, tapi aku hanya ingin menikmati sedikit waktu yang masih kita punya, itu saja. Lagi-lagi untuk mengatakannya aku tak berani, aku takut. Entah mulai kapan aku jadi seorang penakut, sangat takut.


RP

Kamis, 26 Mei 2016

Rapuh

Entah, rasanya aku tak pernah serapuh ini. Lupa bagaimana caranya bahagia. Lupa bagaimana caranya bersyukur. Aku yang ceria? Aku yang bawel? Aku yang cerewet? Aku yang berani? Aku yang kuat? Rasanya semua sudah hilang, entah kemana semua itu. Aku juga sangat merindukannya. Tujuan hidup sudah hilang. Semangat menjalani keseharianku telah musnah. Mungkin Tuhan sedang menghukumku, Melaluimu.

Ratusan hari aku duduk disampingmu, dan menikmati semua hal bersamamu. Lagi-lagi tanpa kamu tahu, bahumu adalah tempat ternyamanku yang selalu jadi tempat kepalaku selalu ingin terjatuh tak sengaja. Semula, semanya berjalan lebih dari baik-baik saja. Senyumanmu dari hati senyumku lebih gembira lagi. Namun, bahagia yang terlalu berlebihan punya harganya sendiri. Mungkin dengan kepergianmu baru bisa aku lunasi.

Kamu dekat tapi terasa jauh dari yang terlihat. Kamu ada tapi terasa tiada dari kenyataan. Aku pernah berkhayal bahwa bahagia didekatmu seperti ini akan selamanya. Ternyata aku salah. Aku tak selalu mengerti alam, dengan segala permainannya. Tapi aku lebih tak mengerti kamu, dengan segala perasaanmu dan juga dengan perhatianmu yang hanya sementara. Hingga akhinya aku semakin tak mengerti tentang kebersamaan ini yang tak lagi tercapai.

Terkadang melihatmu bahagia dari jauh, kutemukan setitik bahagiaku. Ya, bahagia yang kucari, bukan bahagia yang datang untukku. Semu, memang. Bahagia seperti ini seperti terlalu dipaksakan, tapi aku tak punya pilihan lagi. Karna aku tahu kebahagiaan seperti ini tak akan pernah datang lagi darimu. Padahal kalo boleh jujur, aku ingin bahagiamu dibagi denganku. Ah maafkan aku yang terlalu pandai berimajinasi.

Beri aku tamparan, supaya aku tahu bahwa aku dan kamu sudah tak ada lagi harapan. Ingin rasanya aku melerai pikiran dan ketidakmungkinan yang mengada-ada dalam kepala. Ingin rasanya lari sejauh mungkin, menghindar dari dari kenyataan dan terjun sedalam-dalamnya dan sebebas-bebasnya dalam lautan airmata. Apa ini yang harus terjadi padaku? Apa ini yang kamu mau? Apa ini hukuman darimu? Sampai kapan? Terlalu banyak pertanyaan dikepala yang ingin ku ucapkan, tapi apa daya nyali begitu ciut jika mengingat semua kemungkinan yang akan terjadi setelahnya.

Maafkan aku yang belum pandai untuk menerima kenyataan ini dan juga untuk melupakanmu. RP.

Kamis, 14 Januari 2016

Kepada Orang yang Baru Patah Hati

Kepada orang yang baru patah hati, persilahkan dirimu bersedih
Para orang punya pandangan yang aneh tentang bersedih, seakan-akan bersedih adalah hal yang tabu
Seakan kamu harus buru-buru tertawa setelah hal yang buruk menimpa
Tapi tidak, seperti hujan ditepi senja, kamu harus membiarkan setiap sendu yang ada
Setiap kematian butuh peratapan, begitupun cinta yang telah  mati
Maka lakukanlah apa yang orang patah hati lakukan
Menangis hingga kamu tidak bisa mendengar suaramu sendiri, makan coklat sebanyak-banyaknya, mandi air panas hingga jarimu pucat, pergi ke kafe dengan tatapan nanar pesan satu buah es teh manis karena kopi mungkin terlalu pahit untuk diminum disaat seperti ini
Ijinkanlah dirimu bersedih, menangislah seakan ini terakhir kalinya kamu dikecewakan seseorang
Menangislah seakan kamu lupa caranya berharap
Kepada orang yang baru patah hati, setelah kamu bosan bersedih, inilah saatnya kamu mengangkat dirimu kembali
Mulai dengan hal yang mudah, kamu bisa mulai mencoba mengambil gitar dan mengambil nada-nada mayor yang bahagia
Ambil piano dan bermain soneta yang indah, atau jika kamu tidak bisa bermain music lihatlah dirimu di depan cermin dan bersenandunglah, lalu diantara nada-nada itu bisikan kepada dirimu sendiri, aku pantas untuk bahagia
Kepada orang yang baru patah hati, selalu ada teman untuk menemani kamu, pergilah bertemu temanmu, tertawalah sampai lupa waktu, tanyakan kabar teman yang lain, pamerlah keberhasilanmu dibidang-bidang yang kamu suka, dan jika memungkinkan nongkronglah sampai kamu diusir dari tempat itu
Memang sih kenangan terhadap dirinya kadang masih sering mengganggu, tempat yang pernah kalian datangi tidak akan terasa sama, teman yang belum tau mungkin akan menghampirimu dan bertanya, si dia mana ya, yang kamu akan balas dengan senyum tipis, entah bagaimana menjawabnya
Tapi percayalah satu hal, semua ini akan berlalu, sama seperti hal lain didunia semua hal buruk pasti akan beranjak pergi, hujan pasti akan terganti langit biru, gelap pasti berganti terang, dan luka pasti terganti dengan senyuma tipis dibibirmu

Kepada orang yang baru patah hati, bersabarlah, karena disetiap gelap ada cahaya kecil, karena disetiap sakit ada pembelajaran, karena kamu pantas untuk bahagia kembali

Selasa, 12 Januari 2016

Hari ke 29

A

Hari ini aku mendengar kabar tentangmu. Entah ini kabar baik atau kabar buruk untukku. Yang pasti sempat menyesakkan, namun selakigus melegakan. Saat ini memang aku sedang bersusah payah untuk menata hati yang sempat kamu ajak terbang tinggi, kemudian kamu jatuhkan begitu saja. Aku sudah hampir berhasil, tapi masih ada beribu pertanyaan yang masih ada dikepala ku. Lagi-lagi masih tentang alasanmu yang tiba-tiba menghilang.

Menyesakkan. Ya, aku mendengar kamu sedang dekat dengan seseorang di salah satu event yang saat itu mengharuskan kamu selalu dengan dia. Di event itu? Kamu mulai dekat dengan dia? Lantas, apa maksud ajakan itu untuk aku datang ke event itu? Apa maksud senyuman itu saat sebelum bertanding yang seakan-akan kedatanganku memberikan semangat untukmu? Apa maksud ucapan terimakasih yang kamu tujukan ke aku sepulangnya aku dari event itu? Ah mungkin aku terlalu berlebihan mengartikan itu semua. Atau aku yang terlalu egois untuk mengharapkan itu?

Melegakan. Ya, mungkin memang sedikit melegakan. Setidaknya beberapa pertanyaanku sudah terjawab. Yang memang sebelumnya aku sudah menduganya. Oh aku ingat, sapaan pahit darimu disamping perempuan itu? Jadi ini, perasaan seseorang yang sedang kamu jaga itu? Oh!

Aku yang memang sedang berusaha merelakan, mengikhlaskan, bahkan melupakanmu. Walau sebenarnya dalam hati, masih ada sedikit keyakinan tapi untuk apa? Berharap? Menunggu? Tidak. Tolong bantu aku untuk menjawab semua pertanyaan-pertanyaan itu. Beri aku kejelasan jika emang itu alasan utamamu. Yakinkan aku kalo memang aku tak pantas menunggumu lagi.

Oh iya, hari ini kamu berulang tahun. Kamu ingat bagaimana aku bisa tahu tanggal lahirmu yang tak pernah ada di sosmed mu, sampai-sampai aku beranikan diri untuk bertanya langsung padamu dan kamu tak pernah mau menjawabnya? yang Akhirnya aku mencari semua informasi itu dari daftar informasi mahasiswa baru. hahaha konyol memang, sampai kamu pun bilang aku kok niat banget pengen tahu tentang kamu. Ya, ini lah aku. Aku yang selalu penasaran atas semua yang ada di kamu.





 








Happy Birthday yaa :) Semoga panjang umur, sehat selalu, dilancarkan segala urusannya, selalu dimantapkan hatinya. Dan jangan pernah tinggalkan sholatnya, yang selalu membuatku kagum padamu. Walau mungkin kita tak lagi seperti dulu, tapi aku selalu berdoa yang terbaik untukmu, untukku, dan untuk kita. Kita? Ah aku salah lagi. MIS
.