Sabtu, 28 Mei 2016

Aku ingin menyerah

Aku cukup lelah berusaha mengikuti semua maumu, aku lelah menuruti semua keinginanmu, aku lelah pura-pura baik-baik saja didepanmu, aku hanya berusaha diam, mengingat semua yang akan terjadi jika aku bicara, jika aku bertindak. Tapi aku lelah. Mencoba melawan hati, mencoba membunuh pikiran,

Aku tak mengerti. Aku tidak lagi mengerti kamu, aku tidak lagi mengenal kamu. Kamu ada, tapi terasa jauh, sangat jauh. Apa yang ada dipikiranmu? Apa yang ada dihatimu? Siapa aku bagimu? Untuk bertanya saja aku tak berani.

Ribuan kali aku berjanji pada diri sendiri untuk menyerah, tapi aku selalu gagal. Setiap kali melihatmu aku lemah, entah sihir apa yang kau punya. Tapi ketika aku tersadar, aku hanya bisa merindukanmu, merindukan kita, meridukanmu dalam diam, memperhatikanmu dalam diam, diam-diam aku marah, diam-diam aku terluka. Ya, aneh, heran, aku juga heran kenapa aku masih mau bertahan. Lelah? Sakit hati? Kecewa? Tapi aku masih disini. Bodoh? Tentu!

Sejak awal aku telah salah, terlalu percaya padamu, terlalu setia padamu, terlalu sayang padamu. Jatuhnya, terlalu sakit, terlalu kecewa dan terlalu takut kehilanganmu. Aku ingin menyerah. Bantu aku! Tampar aku! Sadarkan aku!

Aku tak lagi berharap banyak pada hubungan ini, tapi aku hanya ingin menikmati sedikit waktu yang masih kita punya, itu saja. Lagi-lagi untuk mengatakannya aku tak berani, aku takut. Entah mulai kapan aku jadi seorang penakut, sangat takut.


RP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar