Hmm sebenarnya ini kisah lama, tapi baru sempet coret-coret.. :D
Dulu, pas pertama lihat dia, aku cuma kagum yang tak begitu kupedulikan. Tapi nyatanya aku salah. Perasaan ini berkembang yang aku sendiri juga gatau namanya. Mungkin sayang, atau cinta. Entahlah, yang pasti sulit banget untuk ku hindari. Aku mulai menyayanginya tanpa sepengetahuannya. Yah, semua berjalan seperti biasa, dikelas, organisasi, kepanitiaan dan juga yang lainnya. Aku semakin menikmati kedekatan kita yang entah harus diberi nama apa.
Aku tak pernah takut untuk mencintainya. Dan aku membiarkan rasa ini terus mengalir tanpa kendali. Percakapan setiap malam yang dia selipkan lewat sms mampu membawaku ke perasaan yang dulu sangat ingin ku hindari, iya, cinta. Aku sendiri juga gatau mengapa aku bisa begitu menggilainya. Benar-benar seperti orang gila saat melihatnya -_-
Cinta ini sangat tulus. Menurutku. Ga ada penuntutan yang kulakukan, aku juga ga minta status dan kejelasan. Aku ga akan seberani itu. Melihatnya aja hanya bisa diam-diam, didekatnya aja pasti salah tingkah. :D
Dia mengenalku, ga mungkin kalau dia ga menyadari ada perasaan yang lebih untuknya. Aku tak pernah bisa menebak matanya, terlalu misterius, saat dia bercerita tentang dunianya, saat dia membawaku ke dalam dunianya yang mulai kupahami. Aku berusaha memahami kemisteriusannya.
Aku merasa sudah mulai memahaminya. Aku merasa punya kesempatan untuk sedikit mencicipi hidup menyenangkan bersamanya. Aku merasa sanggup mengisi hari-harinya dengan kebahagiaan baru. Tapi, ternyata aku salah, iya, salah besar, banget. Perhatian yang aku berikan khusus untuknya seakan menguap begitu saja. Rasa yang kuperjuangkan dengan sangat, seolah-olah ga pernah hinggap sedikitpun dalam benaknya. Bodoh, iya, banget.
Sepertinya ga mungkin dia ga tahu bahwa aku mencintainya. Ga mungkin dia ga paham perhatian dan tindakanku. Ga mungkin hatinya begitu buta untuk mengartikan semuanya yang kurasakan padanya adalah (mungkin) cinta. Kukira percakapan kita adalah hal yang spesial baginya, ternyata cuma aku yang mengganggapnya spesial. J
Aku tak bisa menahannya pergi. Bahkan, saat dia memilih habiskan kebahagiaannya bersama yang lain, dan kemudian membiarkan aku sendirian. Tanpa mengucapkan kata pisah dan tanpa dia tahu sudah ada yang tumbuh diam-diam dihatiku, cinta. Ternyata aku belum benar-benar memahaminya. Ternyata aku belum benar-benar mengenalnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar